RSS

Adab-adab Berbicara bagi Wanita Muslimah


Wahai saudariku muslimah………

1) Berhati-hatilah dari terlalu banyak berceloteh dan terlalu banyak berbicara, Allah Ta’ala berfirman:

” لا خير في كثير من نجواهم إلا من أمر بصدقة أو معروف أو إصلاح بين الناس ” (النساء: الآية 114).

Artinya:

“Dan tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian diantara manusia “. (An nisa:114)

Dan ketahuilah wahai saudariku,semoga Allah ta’ala merahmatimu dan menunjukimu kepada jalan kebaikan, bahwa disana ada yang senantiasa mengamati dan mencatat perkataanmu.

“عن اليمين وعن الشمال قعيد. ما يلفظ من قولٍ إلا لديه رقيب عتيد ” (ق: الآية 17-18)

Artinya:

“Seorang duduk disebelah kanan,dan yang lain duduk disebelah kiri.tiada satu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (Qaaf:17-18).

Maka jadikanlah ucapanmu itu menjadi perkataan yang ringkas, jelas yang tidak bertele-tele yang dengannya akan memperpanjang pembicaraan.

1) Bacalah Al qur’an karim dan bersemangatlah untuk menjadikan itu sebagai wirid keseharianmu, dan senantiasalah berusaha untuk menghafalkannya sesuai kesanggupanmu agar engkau bisa mendapatkan pahala yang besar dihari kiamat nanti.

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما- عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” يقال لصاحب القرآن: اقرأ وارتق ورتّل كما كنت ترتّل في الدنيا فإن منزلتك عند آخر آية تقرؤها رواه أبو داود والترمذي

Dari abdullah bin ‘umar radiyallohu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, beliau bersabda:

dikatakan pada orang yang senang membaca alqur’an: bacalah dengan tartil sebagaimana engkau dulu sewaktu di dunia membacanya dengan tartil, karena sesungguhnya kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.

HR.abu daud dan attirmidzi

2) Tidaklah terpuji jika engkau selalu menyampaikan setiap apa yang engkau dengarkan, karena kebiasaan ini akan menjatuhkan dirimu kedalam kedustaan.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ” كفى بالمرء كذباً أن يتحدّث بكل ما سمع “

Dari Abu hurairah radiallahu ‘anhu,sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Cukuplah seseorang itu dikatakan sebagai pendusta ketika dia menyampaikan setiap apa yang dia dengarkan.”

(HR.Muslim dan Abu Dawud)

3) jauhilah dari sikap menyombongkan diri (berhias diri) dengan sesuatu yang tidak ada pada dirimu, dengan tujuan membanggakan diri dihadapan manusia.

عن عائشة – رضي الله عنها- أن امرأة قالت: يا رسول الله، أقول إن زوجي أعطاني ما لم يعطني؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ” المتشبّع بما لم يُعط كلابس ثوبي زور “.

Dari aisyah radiyallohu ‘anha, ada seorang wanita yang mengatakan:wahai Rasulullah, aku mengatakan bahwa suamiku memberikan sesuatu kepadaku yang sebenarnya tidak diberikannya.berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam,: orang yang merasa memiliki sesuatu yang ia tidak diberi, seperti orang yang memakai dua pakaian kedustaan.” (muttafaq alaihi)

4) Sesungguhnya dzikrullah memberikan pengaruh yang kuat didalam kehidupan ruh seorang muslim, kejiwaannya, jasmaninya dan kehidupan masyarakatnya. maka bersemangatlah wahai saudariku muslimah untuk senantiasa berdzikir kepada Allah ta’ala, disetiap waktu dan keadaanmu. Allah ta’ala memuji hamba-hambanya yang mukhlis dalam firman-Nya:

” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم… ” (آل عمران: الآية 191).

Artinya:

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring…” (Ali imran:191).

5) Jika engkau hendak berbicara,maka jauhilah sifat merasa kagum dengan diri sendiri, sok fasih dan terlalu memaksakan diri dalam bertutur kata, sebab ini merupakan sifat yang sangat dibenci Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, dimana Beliau bersabda:

” وإن أبغضكم إليّ وأبعدكم مني مجلساً يوم القيامة الثرثارون والمتشدقون والمتفيهقون “.

“sesungguhnya orang yang paling aku benci diantara kalian dan yang paling jauh majelisnya dariku pada hari kiamat : orang yang berlebihan dalam berbicara, sok fasih dengan ucapannya dan merasa ta’ajjub terhadap ucapannya.”

(HR.Tirmidzi,Ibnu Hibban dan yang lainnya dari hadits Abu Tsa’labah Al-Khusyani radhiallahu anhu)

6) Jauhilah dari terlalu banyak tertawa,terlalu banyak berbicara dan berceloteh.jadikanlah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, sebagai teladan bagimu, dimana beliau lebih banyak diam dan banyak berfikir beliau Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, menjauhkan diri dari terlalu banyak tertawa dan menyibukkan diri dengannya.bahkan jadikanlah setiap apa yang engkau ucapkan itu adalah perkataan yang mengandung kebaikan, dan jika tidak, maka diam itu lebih utama bagimu. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam, bersabda:

” من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت “.

” Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir,maka hendaknya dia berkata dengan perkataan yang baik,atau hendaknya dia diam.”

(muttafaq alaihi dari hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu)

8) jangan kalian memotong pembicaraan seseorang yang sedang berbicara atau membantahnya, atau meremehkan ucapannya. Bahkan jadilah pendengar yang baik dan itu lebih beradab bagimu, dan ketika harus membantahnya, maka jadikanlah bantahanmu dengan cara yang paling baik sebagai syi’ar kepribadianmu.

9) berhati-hatilah dari suka mengolok-olok terhadap cara berbicara orang lain, seperti orang yang terbata-bata dalam berbicara atau seseorang yang kesulitan berbicara.Alah Ta’ala berfirman:

” يا أيها الذين آمنوا لا يسخر قوم من قوم عسى أن يكونوا خيراً منهم ولا نساء من نساء عسى أن يكن خيراً منهن ” (الحجرات: الآية 11).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.”

(QS.Al-Hujurat:11)

10) jika engkau mendengarkan bacaan Alqur’an, maka berhentilah dari berbicara, apapun yang engkau bicarakan, karena itu merupakan adab terhadap kalamullah dan juga sesuai dengan perintah-Nya, didalam firman-Nya:

: ” وإذا قرىء القرآن فاستمعوا له وأنصتوا لعلكم ترحمون ” (الأعراف: الآية 204).

Artinya: “dan apabila dibacakan Alqur’an,maka dengarkanlah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kalian diberi rahmat”. Qs.al a’raf :204

11) bertakwalah kepada Allah wahai saudariku muslimah,bersihkanlah majelismu dari ghibah dan namimah (adu domba) sebagaimana yang Allah ‘azza wajalla perintahkan kepadamu untuk menjauhinya. bersemangatlah engkau untuk menjadikan didalam majelismu itu adalah perkataan-perkataan yang baik,dalam rangka menasehati,dan petunjuk kepada kebaikan. perkataan itu adalah sebuah perkara yang besar, berapa banyak dari perkataan seseorang yang dapat menyebabkan kemarahan dari Allah ‘azza wajalla dan menjatuhkan pelakunya kedalam jurang neraka. Didalam hadits Mu’adz radhiallahu anhu tatkala Beliau bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa aalihi wasallam: apakah kami akan disiksa dengan apa yang kami ucapkan? Maka jawab Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

” ثكلتك أمك يا معاذ. وهل يكبّ الناس في النار على وجوههم إلا حصائدُ ألسنتهم ” ( رواه الترمذي).

“engkau telah keliru wahai Mu’adz, tidaklah manusia dilemparkan ke Neraka diatas wajah-wajah mereka melainkan disebabkan oleh ucapan-ucapan mereka.”

(HR.Tirmidzi,An-Nasaai dan Ibnu Majah)

12- berhati-hatilah -semoga Allah menjagamu- dari menghadiri majelis yang buruk dan berbaur dengan para pelakunya, dan bersegeralah-semoga Allah menjagamu- menuju majelis yang penuh dengan keutamaan, kebaikan dan keberuntungan.

13- jika engkau duduk sendiri dalam suatu majelis, atau bersama dengan sebagian saudarimu, maka senantiasalah untuk berdzikir mengingat Allah ‘azza wajalla dalam setiap keadaanmu sehingga engkau kembali dalam keadaan mendapatkan kebaikan dan mendapatkan pahala. Allah ‘azza wajalla berfirman:

” الذين يذكرون الله قياماً وقعوداً وعلى جنوبهم “. (آل عمران: الآية 191)

Artinya: “(yaitu) orang – orang yang mengingat Allah sambil berdiri,atau duduk,atau dalam keadaan berbaring” (QS..ali ‘imran :191)

14- jika engkau hendak berdiri keluar dari majelis, maka ingatlah untuk selalu mengucapkan:

” سبحانك الله وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك “.

“maha suci Engkau ya Allah dan bagimu segala pujian,aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak untuk disembah kecuali Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu, dan aku bertaubat kepada-Mu”

Sehingga diampuni bagimu segala kesalahanmu di dalam majelis tersebut.

TANDA DITERIMA AMAL

BARANGSIAPA YANG DAPAT MERASA MANIS BUAH DARI AMALNYA SEKARANG (DI DUNIA) IA MENJADI BUKTI DITERIMA AMALNYA KELAK (DI AKHIRAT)

Buah dari amal adalah kesan yang lahir dari amal kebaikan yang dilakukan. Kesan itu menjadi tanda menunjukkan sama ada amal seseorang itu diterima oleh Allah s.w.t atau tidak. Banyak ayat al-Quran dan Hadis Rasulullah s.a.w yang menceritakan tentang tanda-tanda yang boleh dibuat ukuran tentang amal yang dilakukan. Misalnya Rasulullah s.a.w bersabda:
Barangsiapa tidak dicegah oleh sembahyangnya dari melakukan perbuatan keji dan munkar, maka dia tidak bertambah dekat dengan Allah s.w.t, bahkan bertambah jauh.

Sembahyang yang diterima oleh Allah s.w.t adalah sembahyang yang mendekatkan orang yang melakukannya kepada Allah s.w.t dan tandanya adalah orang itu dilindungi dari terjerumus melakukan perbuatan keji dan munkar. Andaikata mata hati dapat melihat nescaya akan kelihatan sembahyang dan amal kebaikan yang lain, mengeluarkan nur-nur yang menjadi tentera melindungi orang yang berbuat sembahyang dan kebaikan itu daripada percubaan tentera musuh menjatuhkannya ke dalam lembah kekejian dan kemunkaran. Orang tersebut kadang-kadang terlintas juga dihatinya untuk melakukan maksiat, tetapi nur-nur yang menjadi tentera amal kebaikan bertindak menghindarkannya daripada melakukan maksiat yang ingin dilakukannya itu, hinggakan dia sendiri hairan bagaimana dia boleh terselamat padahal dia sudah berada di hadapan pintu maksiat. Tentera nur tersebut bukan setakat mengawal kejahatan daripada menghampiri tuannya bahkan ia juga sering menarik tuannya kepada kebaikan hinggakan orang itu selalu berpeluang berbuat kebaikan tanpa dirancang dan dia selalu berasa hairan bagaimana bila ada sahaja kerja kebaikan maka tiba-tiba dia ikut serta melakukannya sedangkan tiada sesiapa menjemputnya untuk melakukan pekerjaan itu. Inilah yang dinamakan buah daripada amal kebaikan. Jika dia ikhlas menjaga amal kebaikannya, maka tentera nur yang lahir dari amal itu akan ikhlas pula melindunginya, bukan sahaja ketika di atas muka bumi ini, malah tentera nur itu akan menemaninya di dalam kubur, memberi cahaya dan menghilangkan kesunyiannya.

Orang yang tidak mendapat buah dari amalnya sering ditarik ke arah yang berlawanan. Dia mudah terjerumus ke dalam lembah maksiat walaupun dia sudah berusaha berungguh-sungguh untuk menjauhkannya. Dia berasa berat untuk beribadat walaupun dia sudah mencuba untuk khusyuk. Walaupun banyak amal kebaikan yang dilakukannya tetapi jika amal itu tidak ikhlas, iaitu tidak ada nyawanya maka dia tidak dapat menghidupkan tentera nur dari amal tersebut, yang boleh menjaganya daripada kebinasaan.

Oleh sebab amal kebaikan orang Mukmin tidak dibalas sepenuhnya semasa dia hidup di dunia ini maka Allah s.w.t menggantikannya dengan sejenis rasa kelazatan dan kepuasan mengiringi amalnya sehingga dia tidak berasa bosan dan tidak berasa rugi kerana beramal. Amal yang salih ditempatkan di Iliyyin yang berhampiran dengan syurga. Walaupun orang Mukmin masih hidup di dunia, amalnya telah pun diangkat ke Iliyyin dan amal itu sudah dapat mencium bau syurga. Keharuman bau syurga itu disalurkan kepada tuannya yang berada di dunia. Oleh sebab itu orang Mukmin sudah dapat mengecap bau syurga sebelum memasukinya dan ketika mereka masih hidup di dunia. Keharuman dan kelazatan imbasan syurga dirasai ketika mereka beramal, terutamanya ketika bersembahyang. Suasana sembahyang mereka seolah-olah mereka berada di dalam syurga, sebab itulah mereka tidak mendengar desiran angin dan tidak sakit ditikam dengan tombak, kerana kelalaian dan kesakitan tidak ada di dalam syurga. Allah s.w.t berfirman:
Ketahuilah! Sesungguhnya wali-wali Allah, tidak ada kebimbangan (dari sesuatu yang tidak baik) terhadap mereka, dan mereka pula tidak berdukacita. (Wali-wali Allah itu ialah) orang-orang yang beriman serta mereka pula sentiasa bertakwa. Untuk mereka sahajalah kebahagiaan yang menggembirakan di dunia dan di akhirat; tidak ada (sebarang) perubahan pada janji-janji Allah; yang demikian itulah kejayaan yang besar. ( Ayat 62 – 64 : Surah Yunus)

Aku Mencintaimu Karena Agama Pada Dirimu

Jika hilang agama yang ada pada dirimu, maka hilang pula cintaku padamu.

Saudariku, Islam adalah satu-satunya agama terbaik yang mengajarkan untuk menjaga kesucian dan memelihara moral kita. Salah satunya adalah dengan mengatur pergaulan antara laki-laki dan perempuan sekaligus melarang pergaulan bebas antara lelaki dan wanita yang bukan muhrim. Karena kesan pergaulan antara laki-laki dan wanita yang bukan muhrim cenderung kepada godaan syaitan dan fitnah yang besar, ini terbukti pada masyarakat jahiliah terdahulu dan masyarakat jahiliah sekarang. Oleh karena itu Islam menyerukan hijab sebagai tujuan utama dalam syariat Islam. Hijab adalah suatu sistem kehidupan yang lengkap dan sempurna serta memberi kebaikan kepada seluruh umat manusia.

Hijab, yang secara harafiah berarti tirai atau dinding, yang bisa berarti perlindungan wanita dalam Islam dari pandangan laki-laki terutama yang bukan muhrim. Salah satu prinsip dasar Islam adalah pewujudan suatu sistem yang suci, sehingga Islam senantiasa berusaha mendidik setiap anggota masyarakat, laki-laki maupun wanita, untuk menjadi manusia yang bertaqwa, disiplin, dan menjaga kesucian mereka.

Dan di antara pendidikan yang penting adalah dengan latihan agar manusia berdisiplin atas kecenderungan mereka terhadap jenis yang lain dan agar kecenderungan-kecenderungan ini hanya disalurkan melalui jalan yang halal. Untuk tujuan ini Islam membuat suatu sistem yang bernama hijab.

Sistem hijab adalah peraturan-peraturan yang merupakan elaborasi tindakan-tindakan yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam sosialisasi antara pria dan wanita. Hijab tak terbatas pada perintah bagi wanita untuk menutup kepala dan wajah saja, melainkan suatu sistem yang menyeluruh yang menjadi panduan-panduan dasar bagi laki-laki dan wanita dalam bermu’amalah untuk membangun masayarakat.

Pengertian hijab sebagai suatu sistem bisa kita pahami lewat firman Allah swt yang menyerukan kepada laki-laki terlebih dulu untuk berhijab sebelum kepada wanita seperti dinyatakan di bawah ini:

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”
QS. an-Nur (24) : 30

Selanjutnya Allah juga menyerukan hijab kepada kaum wanita seperti di bawah ini:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
QS. an-Nur (24) : 31

Namun demikian, apabila kita menemui saudari kita lainnya yang belum berhijab atau sudah berhijab tetapi masih sebagai sekedar asesoris dan masih menunjukan akhlak yang kurang bagus, maka sudah menjadi tugas kitalah sesama muslim untuk mengajak dan mengingatkannya. Sudah barang tentu dengan cara yang baik dan tutur kata yang lembut tanpa melukai perasaan mereka. Apalagi sampai menghina dan mengucilkan mereka dari pergaulan kita. Bisa jadi mereka belum tahu mengenai hijab. Atau apabila sudah tahu mereka belum punya niat yang kuat untuk melaksanakannya. Dan apabila sudah punya niat untuk berhijab barangkali mereka belum mampu untuk menjalaninya. Maka tuntunlah mereka dengan pengertian serta cara yang paling sederhana dan mudah untuk mereka pahami atau jalani.

Dan bagi saudariku yang sudah tahu mengenai hijab tapi masih enggan untuk berhijab biarkanlah kami dengan cara kami dan tidak menghalangi kami dalam mencapai ridla Allah. Janganlah sampai memusuhi kami dengan keyakinan kami. Atau mempengaruhi saudari yang lain untuk tidak mengikuti jalan kami. Karena memang sesungguhnya kita adalah bersaudara. Ya Allah cintakanlah aku pada hati hambaMu yang mencintaiMu agar makin tebal cintaku padaMu.

Bukankah yang indah semakin indah bila tertutup, akan menarik bila semakin tidak terlihat. Biarlah tetap akan menjadi misteri untuk selamanya, yang tidak akan pernah selesai kecuali dengan memilikinya. Sesuatu yang tidak bisa disingkap apalagi disentuh akan menimbulkan kerinduan dan misteri. Dan sesuatu yang tersembunyi dengan baik, terjaga dengan utuh akan tampak bernilai tinggi. Tanpa hijab tak akan bernilai. Begitu pula dengan Allah yang senantiasa tersembunyi diliputi misteri, maka kita selalu merindukan untuk berjumpa dengan-Nya. Biarlah indah pada waktunya.

TIDAK CEBOK SETELAH BUANG AIR KECIL

Islam datang dengan membawa peraturan yang semuanya demi kemaslahatan umat manusia. Di antaranya soal menghilangkan najis. Islam mensyariatkan agar umatnya melakukan istinja’ (cebok dengan air) dan istijmar (membersihkan kotoran dengan batu) lalu menerangkan cara melakukannya sehingga tercapai kebersihan yang dimaksud.
Sebagian orang menganggap enteng masalah menghilangkan najis. Akibatnya badan dan bajunya masih kotor. Dengan begitu, shalatnya menjadi tidak sah. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengabarkan bahwa perbuatan tersebut salah satu sebab dari pada azab kubur

Ibnu Abbas Radhiallahu’anhu berkata : “Suatu kali Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam melewati kebun di antara kebun-kebun di Madinah. Tiba-tiba beliau mendengar suara dua orang yang sedang disiksa di dalam kuburnya. Lalu Nabi Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

“keduanya diazab, tetapi tidak karena masalah besar (dalam anggapan keduanya) lalu bersabda benar (dalam riwayat lain sesungguhnya ia masalah besar) salah satunya tidak meletakkan sesuatu untuk melindungi diri dari percikan kencingnya dan yang satu lagi suka mengadu domba” (HR Bukhari, Fathul Bari : 1/317).

Bahkan Nabi Shallallahu’alaihi wasallam mengabarkan :

“Kebanyakan azab kubur disebabkan oleh buang air kecil” (HR Ahmad : 2/236, Shahihul Jami’ : 1213).


Termasuk tidak cebok setelah buang air kecil adalah orang yang menyudahi hajatnya dengan tergesa-gesa sebelum kencingnya habis, atau sengaja kencing dalam posisi tertentu atau di suatu tempat yang menjadikan percikan air kencing itu mengenainya, atau sengaja meninggalkan istinja’ dan istijmar tidak teliti dalam melakukannya.

Saat ini, banyak umat Islam yang menyerupai orang-orang kafir dalam masalah kencing. Beberapa kamar kecil hanya dilengkapi dengan bejana air kencing permanen yang menempel di tembok dalam ruangan terbuka. Setiap yang kencing dengan tanpa malu berdiri dengan disaksikan orang yang lalu lalang keluar masuk kamar mandi. Selesai kencing ia mengangkat pakainnya dan mengenakannya dalam keadaan najis.

Orang tersebut telah melakukan dua perkara yang diharamkan. pertama ia tidak menjaga auratnya dari penglihatan manusia dan kedua, ia tidak cebok dan membersihkan diri dari kencingnya.

karna bersih dari: istinza(berdoa sebelum cebok(doa istinza),hadas kecil dan besar,,,, adalah suatu sarat untuk ibadah sholat,dan ibadah2 lain ,,,

catatan:
pentingnya menuntut ilmu agama.tiada diteriama suatu amalan tampa menuntut ilmu ya'ni tdk dikabulkan jua,

Ciri-ciri wanita teladan dan istri soleha

1. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
mendahulukan kemahuan dan keinginan
suaminya dari kemahuan dan
kehendaknya sendiri.

2. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
bersikap malu terhadap suaminya,
bersopan santun pada setiap
perkataan dan perbuatan.

3. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
berhias diri bila di hadapan suami dan
sebaliknya apabila ketiadaan
suami.

4. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
bersedia melayani dan memenuhi
kehemdak batiniah dan zahiriah suami
bila diperlukan.

5. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
menjaga kebersihan, kesihatan dan
kesempurnaan diri, rumah tangga
dan anak-anak suaminya.

6. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
mencintai dan menghormati kelluarga
suaminya seperti mana ia
mencintau dan menyayangi keluarganya
sendiri.

7. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
menjaga auratnya dari pandangan yang
bukan mahramnya.

8. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
menjaga pandangan matanya dari perkara-
perkara yang tidak sihat dan
mungkar.

9. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
memberikan kesetiaan, ketaatan dan
kepatuhan kepada suaminya selagi
suruhan itu tidak bertentangan dengan
perintah syariat.

10. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
memberikan layanan dan kasih saying
yang sepenuhnya dan membuatkan
suaminya merasakan rumah tangganya itu
sebagai tempat yang paling
selamat untuk mendapat ketenangan dan
kebahagiaan.

11. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
menjaga rahsia serta maruah suami dan
keluarganya, demikian juga
dengan maruahnya sendiri.

12. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
menjadukan suaminya sebagai ketua
dalam rumah tangga mereka sesuai
dengan sifat-sifat yang telah
dianugerahkan Allah kepada kaum lelaki.

13. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
memohon keizinan suaminya untuk keluar
dari rumah kerana sesuatu
hajat yang diharuskan oleh syara’.

14. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang
sentiasamemohon keizinan suaminya jika
mahu mengerjakan puasa sunat.

15. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
bersyukur dan tenang di atas segala
dugaan dan nikmat dari Allah
yang diberikan kepada suaminya.

16. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
menemani suaminya ke muka pintu bila
ia hendak keluar dan
menyambutnya dengan seyuman bila ia
pulang.

17. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang tidak
membenarkan lelaki bukan mahram
memasuki rumah ketika ketiadaan
suami.

18. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
bersedia melaksanakan tugas dan
tanggungjawab sebagai seorang
isteri, ibu dan segala perintah Allah
dengan tabah dan sabar.

19. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
berdiam diri dan mendengar bila
suaminya sedang bercakap.

20. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang tidak meminta
sesuatu yang lebih dari suaminya
sedangkan ia tidak mampu untuk
menunaikannya.

21. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang sentiasa
menerima pemberian suaminya dengan
penuh kesyukuran dan keikhlasan.

22. Wanita teladan & isteri solehah
ialah mereka yang bijak
menguiruskan harta suami dalam
berbelanja dengan kadar yang
sederhana dan tidak membazir

Kisah Wanita..Jannah dan Jahannam..


Sejarah telah mencatat beberapa nama wanita terpandang yang di antara mereka ada yang dimuliakan Allah dengan surga, dan di antara mereka ada pula yang dihinakan Allah dengan neraka. Karena keterbatasan tempat, tidak semua figur bisa dihadirkan saat ini, namun mudah-mudahan apa yang sedikit ini bisa menjadi ibrah (pelajaran) bagi kita.
Wanita Yang Beriman
Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Seutama-utama wanita ahli surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Maryam binti Imran dan Asiyah binti Muzahim.” (HR. Ahmad)

1. Khadijah binti Khuwailid
Dia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terhormat sehingga mendapat tempaan akhlak yang mulia, sifat yang tegas, penalaran yang tinggi, dan mampu menghindari hal-hal yang tidak terpuji sehingga kaumnya pada masa jahiliyah menyebutnya dengan ath thahirah (wanita yang suci).
Dia merupakan orang pertama yang menyambut seruan iman yang dibawa Muhammad tanpa banyak membantah dan berdebat, bahkan ia tetap membenarkan, menghibur, dan membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat semua orang mendustakan dan mengucilkan beliau. Khadijah telah mengorbankan seluruh hidupnya, jiwa dan hartanya untuk kepentingan dakwah di jalan Allah. Ia rela melepaskan kedudukannya yang terhormat di kalangan bangsanya dan ikut merasakan embargo yang dikenakan pada keluarganya.
Karena keteguhan hati dan keistiqomahannya dalam beriman inilah Allah berkenan menitip salamNya lewat Jibril untuk Khadijah dan menyiapkan sebuah rumah baginya di surga.
Tersebut dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah, ia berkata:
Jibril datang kepada Nabi kemudian berkata: Wahai Rasulullah, ini Khadijah datang membawa bejana berisi lauk pauk, makanan dan minuman. Maka jika ia telah tiba, sampaikan salam untuknya dari Rabbnya dan dari aku, dan sampaikan kabar gembira untuknya dengan sebuah rumah dari mutiara di surga, tidak ada keributan di dalamnya dan tidak pula ada kepayahan.” (HR. Al-Bukhari).

Besarnya keimanan Khadijah pada risalah nubuwah, dan kemuliaan akhlaknya sangat membekas di hati Rasulullah sehingga beliau selalu menyebut-nyebut kebaikannya walaupun Khadijah telah wafat.

2. Fatimah
Dia adalah belahan jiwa Rasulullah, putri wanita terpandang dan mantap agamanya, istri dari laki-laki ahli surga yaitu Ali bin Abi Thalib.
Dalam shahih Muslim menurut syarah An Nawawi Nabi bersabda: “Fathimah merupakan belahan diriku. Siapa yang menyakitinya, berarti menyakitiku.”
Dia rela hidup dalam kefakiran untuk mengecap manisnya iman bersama ayah dan suami tercinta. Dia korbankan segala apa yang dia miliki demi membantu menegakkan agama suami.
Fathimah adalah wanita yang penyabar, taat beragama, baik perangainya, cepat puas dan suka bersyukur.

3. Maryam binti Imran
Beliau merupakan figur wanita yang menjaga kehormatan dirinya dan taat beribadah kepada Rabbnya. Beliau rela mengorbankan masa remajanya untuk bermunajat mendekatkan diri pada Allah, sehingga Dia memberinya hadiah istimewa berupa kelahiran seorang Nabi dari rahimnya tanpa bapak.

4. Asiyah binti Muzahim
Beliau adalah istri dari seorang penguasa yang lalim yaitu Fir’aun laknatullah ‘alaih. Akibat dari keimanan Asiyah kepada kerasulan Musa, ia harus rela menerima siksaan pedih dari suaminya. Betapapun besar kecintaan dan kepatuhannya pada suami ternyata di hatinya masih tersedia tempat tertinggi yang ia isi dengan cinta pada Allah dan RasulNya. Surga menjadi tujuan akhirnya sehingga kesulitan dan kepedihan yang ia rasakan di dunia sebagai akibat meninggalkan kemewahan hidup, budaya dan tradisi leluhur yang menyelisihi syariat Allah ia telan begitu saja bak pil kina demi kesenangan abadi. Akhirnya Asiyah meninggal dalam keadaan tersenyum dalam siksaan pengikut Fir’aun.
Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu alaihi wasalam berkata:
“Fir’aun memukulkan kedua tangan dan kakinya (Asiyah) dalam keadaan terikat. Maka ketika mereka (Fir’aun dan pengikutnya) meninggalkan Asiyah, malaikat menaunginya lalu ia berkata: Ya Rabb bangunkan sebuah rumah bagiku di sisimu dalam surga. Maka Allah perlihatkan rumah yang telah disediakan untuknya di surga sebelum meninggal.”

WANITA DURHAKA.

1. Istri Nabi Nuh
2. Istri Nabi Luth

Mereka merupakan figur dua orang istri dari para kekasih Allah yang tidak sempat merasakan manisnya iman. Hatinya lebih condong kepada apa yang diikuti oleh orang banyak daripada kebenaran yang dibawa oleh suaminya. Mereka justru membela kepentingan kaumnya karena tidak ingin dimusuhi dan dibenci oleh orang-orang yang selama ini mencintai dan menghormati dirinya. Maka kesenangan sesaat ini Allah gantikan dengan kebinasaan yang didapat bersama kaumnya. Istri Nabi Nuh ikut tenggelam oleh banjir besar bersama kaumnya yang menyekutukan Allah dengan menyembah patung-patung orang shalih, sedangkan istri Nabi Luth ditelan bumi karena adzab Allah atas kaumnya yang melakukan liwath (homoseksual) .

Semua cerita ini telah Allah rangkum dalam sebuah firmanNya yang indah dalam surat At-Tahrim ayat 10-12, yang artinya: “Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang shalih di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah: dan dikatakan (kepada keduanya) : Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka). Dan Allah membuat istri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisimu dalam Surga. Dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang dhalim. Dan Maryam puteri Imran yang memelihara kehor-matannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya dan adalah dia termasuk orang-orang yang taat.”

Semoga kisah para wanita diatas bisa menjadi pelajaran bagi para wanita zaman ini.
Bagi wanita yang belum berumah tangga, saat ini merupakan kesempatan besar baginya untuk memperbanyak amalan shalih dan mendekatkan diri pada Allah, bukannya justru menghabiskan masa mudanya dengan hura-hura dan kegiatan lain yang tidak bermanfaat. Dan bagi mereka yang sudah berumah tangga, selain menjaga keistiqomahannya dalam berIslam dia juga diberi beban tambahan oleh Allah untuk membantu suami menjalankan agamanya. Istri yang demikian meru-pakan harta yang paling berharga.

Mudah-mudahan kita selalu diberi keistiqomahan untuk menapaki dan mengamalkan syariat yang haq (benar) walaupun kita seorang diri. Amin.

PLEASE CALL OUR MASJID "MASJID"! Not "MOSQUE"!!!

Mosque' diperoleh dari kata dalam bahasa Spanyol, yaitu "Mosquito"
("Nyamuk"). Dinamakan sepert itu karena saat Perang Salib terjadi, Raja
Ferdinand berkata bahwa mereka akan berangkat dan membasmi Muslim "like
mosquitoes" ("seperti nyamuk-nyamuk"). (Dimana lagi mereka dapat
temukan muslim dalam jumlah yang cukup besar untuk dibasmi jika bukan
di Masjid?).



Lalu tanpa rasa sungkan mereka menyebut "Masjid" sebagai "Mosque".


dan bahasa langgar pada mushollah ,,,tampa tau asal usul kata tersebut,,,


Jadi saudara-saudara seiman, hindarilah penggunaan kata yang dengan
jelas menunjukkan tamparan kemuakan ke wajah umat. Beritahukanlah
saudara-saudara kita tentang sejarah dan etimologi (ilmu asal kata)
tentang kata ini. Dan marilah kita ganti kata itu dengan kata yang
memiliki makna yang seharusnya : Masjid! Tempat untuk Bersujud!! Bukan
Mosque: tempat pembasmian!

Copyright 2009 AURORA'S WORLD. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy